| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Apr | ||||||
| 1 | ||||||
| 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 |
| 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 |
| 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 |
| 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 |
| 30 | 31 | |||||
Ini bukan iklan sabun pencuci pakaian, bukan pula iklan baby clothes.
Hanya sebuah foto jepretan iseng nyokap waktu aku merapikan baju-baju calon babyku tadi sore. Katanya aku kelihatan excited waktu melipat baju-baju baby itu.
Nyokap benar, aku memang bahagia sekali. Pokoknya tidak cukup terekspresikan dengan kata-kata. Aku suka sekali melihatnya…lucu dan imut seperti baju “liliput”, membuatku semakin tidak sabar untuk menyambut kehadiran Boneka Hidup yang sekarang masih meringkuk di perutku
“Nak, Insyaallah hanya hitungan hari lagi.Semoga perjalananmu ke dunia ini lancar yah.Mama tunggu….”

Suatu sore di Kampung Meruya, Jakarta Barat, disebuah ladang penuh tanaman hijau dan segar yang tertata rapi, sekelompok anak bermain dibawah langit cerah bergerimis.
Kecerian seketika berubah hening saat Pelangi muncul dilangit Meruya. Lukisan di media langit itu begitu indah. Merah, Kuning, Hijau..menyatu dalam sebuah lengkungan raksasa. Pelangi…kemana saja engkau? senang melihatmu kembali.
Ya, kami semua terpana…semua mata tertuju langit, menyaksikan Maha Karya Sang Pencipta.

Dalam suatu perjalanan ke Kampung Sampireun Boutique Resort (www.kampungsampireun.com) didesa Samarang, Garut - Jawa Barat, duduk didepanku seorang bocah laki-laki. Kebetulan untuk mencapai lokasi tersebut, aku harus menempuhnya dengan sebuah angkutan desa. Hanya ada 2 orang penumpang waktu itu, aku dan si bocah.
Aku perhatikan wajah bocah itu tampak begitu murung. Pikirannya seperti dibebani utang 2 milyar!
Ingin sekali bertanya apa yang terjadi tapi aku ga berani. Takut emosional…meneteskan air mata. Padahal anak itu sama sekali tidak berharap ditangisi.
Akhirnya hanya bisa merekam ekspresi wajah mumetnya dengan sebuah kamera HP. Aku pura-pura sms lalu aku bidik dia. Candidly! Jepret!
Semoga hatinya tidak semurung wajahnya. Siapa tau karakter wajahnya memang melankolis
Semoga bukan bersedih karena tidak bisa sekolah seperti anak-anak di kota ya, Jang.
Semoga wajah murungnya tidak mewakili wajah anak-anak desa lainnya karena keceriaan itu milik semua orang.
Cheer Up, kiddo! There’s a beauty in sadness…

Jangan buru-buru buang ‘foto-foto’sampah’ ke recycle bin! foto-foto itu masih bisa di manipulasi jadi ’sesuatu yang lain. Arti ‘foto-foto sampah’ disini adalah foto-foto yang tidak indah dipandang misalnya foto tampang kita lagi jelek, foto blur, foto kita dengan si mantan, dan foto-foto old school yang pinggir-pinggirnya udah mulai “keriting”.
Istilah ‘Manipulator’ dalam konteks kreatif, rasanya tidak lagi terdengar negatif malah bisa jadi kegiatan positif buat ngasah Sense of Art kita.
Caranya? Gampang. Pertama kita harus mentransfer fotonya ke komputer, tergantung source gambarnya dimana. Kalo ada di HP kan tinggal di transfer pake USB, kalo ada di album foto… cabut bentar dari halamannya lalu di scan. Tools lain yang dibutuhkan selain USB/Scanner adalah applikasi PhotoShop dan komputer tentunya. Yes, That Simple! dengan modal itu kita bisa jadi Pix Manaipulator otodidak. Aplikasi ini bisa dipelajari sendiri kok. Beli buku tentang Adobe Photoshop (8-CS3) lalu ikuti teknik-tekniknya atau click link ini untuk free tutorials : http://www.adobephotoshoptutorials.com/
Selamat mencoba…ingat lakukan dengan hati dan sense seni anda. Hasilnya pasti tidak mengecewakan paling tidak anda bisa melihat before and after retouchnya seperti trik sulap.

Sebagai contoh perkenankanlah saya untuk perlihatkan karya Photo Retouch yang buat beberapa waktu lalu (maaf narcis hehehe). Percayalah semuanya berawal dari foto-foto sampah.
Bagaimana menurut anda hehehe? Sekali lagi Selamat mencoba dan jadikan Pix Manipulation sebagai Hobi baru anda….

Standing in maroon wedding dresses
A man and a woman vowed to commit
living together for good in happiness
love, trust and hope bound in a limit
as husband and wife
7 June became a history
2 hearts met in a glory
2 rings became a symbol
2 eyes brought up the soul
1 love & life
(by GEW, dedicated to my beloved husband, Mario JW)

Bisakah anda bayangkan bagaimana rasanya jika anda divonis kehilangan fungsi salahsatu organ tubuh?
Tahun 2003, telinga kanan saya divonis kehilangan fungsi pendengarannya. Dideteksi dengan salahsatu alat khusus..saya gak mengerti namanya apa. Seorang dokter THT mendiagnosa saya bahwa syaraf lah penyebab ketulian tesebut. Beda halnya dengan infeksi atau radang telinga yang masih bisa diobati. Dengan terganggunya syaraf, tingkat pendengaran tidak dapat dikembalikan ke kondisi normal kecuali menggunakan alat bantu (hearing aid) atau bedah syaraf yang tentunya akan membutuhkan biaya yang sangat besar!
Mendengar vonis tersebut saya shock, mentally drop karena saya merasa jadi orang cacat, belum siap bertahan hidup dengan satu pendengaran meskipun dokter THT yang memeriksa saya waktu itu memberikan dukungan moril bahwa saya seharusnya masih bisa bersyukur karena pendengaran telinga kiri masih berfungsi dengan baik. Penggunaan hearing aid pun belum dirasa perlu. Saya hanya diminta menjaga baik-baik fungsi pendengaran telinga kiri. Salahsatunya dengan tidak mendengarkan musik dalam volume keras. “Hmm, apakah semudah itu???” pikirku waktu itu.
Sebuah awal yang berat ketika saya harus berkonsentrasi penuh pada saat seseorang disebelah kanan saya mengajak bicara. Saya harus membaca gerak bibir kalo tidak saya akan kelihatan seperti orang ga fokus, tidak menyimak pertayaan orang. Hal ini juga jadi tantangan ketika saya harus adaptasi kekurangan saya ini didunia kerja, berusaha keras malipatgandakan tingkat konsentrasiku dan menutupi ketulian telinga kananku dimata atasan dan rekan kerja. Capek kadang harus pura-pura normal waktu itu:-)
Tahun 2008, saya bertemu seseorang, tidak lama kemudian kami menikah. Bersyukur suami saya mengerti kondisi dan menerima saya apa adanya. Dia selalu mensupport bahwa kekurangan ini harus dijadikan acuan untuk tetap menjadi manusia yang punya semangat hidup!
Makin hari saya makin menyadari bahwa saya tidak seharusnya menyesali kekurangan ini. Saya berusaha bangkit, terbuka, dan mengatakan kondisi sebenarnya kepada beberapa sahabat, rekan kerja, dan bahkan atasan saya . Dengan keterbukaan itu, hidup saya jauh lebih ringan tanpa beban.
Tidak ada gunanya lagi putus asa…toh orang-orang yang ditakdirkan cacat sejak lahirpun tidak pernah mengeluh akan kekurangnya. Banyak diantara mereka yang bangkit menjadi manusia kreatif dan berprestasi.
Terima kasih Tuhan atas semua karuniamu…

Maybe being good isn’t about getting rid of anything
Maybe good has to do with living in the mess
In the frailty
In the failures
In the flaws
Maybe I tried to get rid of is the goodest part of me
Think passion
Think Fat
Think Age
Think Round
Maybe good is developing the capacity to live fully inside everything
Our body is our country
Is the only city
The only village
In the only every
We will ever know
Our body is the carrier of the stories
Of the world
Of the earth
Of the mother
Our body came from Mother
Our body is our home
We are crying here
We are found
We are too much
We are empty
We are full
We live in a good body
We live in the good body
Good Body
Good Body
Good Body
(Taken from “the good body” by Eve Ensler, the author of The Vagina Monologue)
Note :
Hey Ladies! We don’t need to be someone else to cover our imperfect body ![]()
Stay original and be yourself.
LOVE YOUR BODY. STOP FIXING IT

Holding a photograph of old memory…
We were kids
Full of Joy and laughing
Playing in the rain
Forgot the pain
Friends were everything
Hid and Seek
Home at six
Girls cheerfully played the dolls
copying a mother’s model
Boys blissfully played the war
Imitating a hero’s manner
Sharing chocolate cookies
Tasted the flavor
Crisp…Crisp…Crunch…!
Chomping fruity gum
Bit it… chewed it…blew it up!
I turn the picture, hold it in my chest
Now I’m 35
Old, fat, ugly and wrinkled…
Friends, welcome to the club over 30 hehehe
GEE 110209

Sean Penn and Eddie Vedder are two figures I admire. I was so excited when I heard two of them collaborated in a project: Into the Wild , the movie based on true story of Christopher McCandless Journey. It’s the 1st Must See film of the year!
The movie is so special to me because the film is directed by Sean Penn, my favorite actor. All the theme songs, written & sang by Eddie Vedder, my favorite singer. Vedder won Golden Globe for the best Original Song and nominated in Grammy Award for the Best song written for motion picture, TV and visual media. The movie also nominated in the academic Award for the Best supporting actor (Hal Halbrook) and The Writer Guild America for the best Adapted Screenplay (Sean Penn).
The story is opened with the perfomance of the central actor, Emile Hirsch (Christopher McCandless) walking into the wild of Alaska. In the same time, we could hear the intro theme song sang by Eddie Vedder which represents the emotion of the actor.
The most of all, Sean Penn has successfully visualized frame by frame of Cristopher McCandless’ personal journey in a beautiful screen. I bet everyone who’ve been watched this film were brought to the adventures and deeply touched by how Chris survived. Although personally…I’m not so happy with the ending;-p
(GEE, April 09)

March 28, 2009, people in the whole world who care the earth participated in earth vote by switching the light during 60 minutes (1 hour) from 8.30pm to 9.30 pm.
Amazingly it worked! People were excitedly taking part in the earth voting with no pressure.
In Jakarta, the city I live, all public places like Hotels, Restaurants, Malls, etc also voted and the activities still going on during the hour only by using candles to substitute lights.
My husband and I were at home, enjoy the hour with no light, feeling lucky and proud to be one of the million voters!
We believe the same action is worth doing annually to lessen the risks of the global warming. Switching light for 1 hour is an easy thing to do but it gives a massive impact when it is done by million world inhabitants.
Thanks to the WWF and the Medias for bringing people in this universe to participate in this great act!
(Gee-March 09)